OPtikus PSPD 2010

OPtikus PSPD 2010
seru abiessss

Jumat, 29 Oktober 2010

all about love

Pembahasan hari ini akan menjelaskan betapa pentingnya kasih. Pembahasan akan mengacu pada 1 Korintus 13:8-10. Hal yang sangat menarik dituliskan di ayat 8: "Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap".

Nubuatan, bahasa roh, dan pengetahuan itu menempati posisi yang penting. Lalu mengapa letak kasih menjadi yang paling utama? Aneh ya? Padahal yang lain kelihatannya lebih gemerlap, lebih glamour, lebih mentereng. Kalau kasih terkesan begitu sederhana, begitu low profile, dan sama sekali tidak terkesan "Wah." Tetapi mengapa ternyata hanya kasih yang bertahan sampai kekekalan?

Saya bisa menyebutkan setidaknya ada tiga jawaban (silakan tambahkan yang lain), yaitu:

1. 1 Korintus 13:9: Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
Ya, pengetahuan kita terbatas seberapa pintarnya pun kita. Peranan nubuatan sangat luas, yaitu: mencakup peranan bahasa roh dan pengetahuan, namun ternyata juga tidak menjadi sesuatu yang kekal, karena nubuatan kita tidak sempurna. Ya, nubuatan yang diberikan Tuhan umumnya bersifat parsial, sebagian, bukan gambaran besar dari keseluruhan hal, sehingga sifatnya adalah tidak sempurna.

2. 1 Korintus 13:10: Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
Karena pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuatan kita tidak sempurna, yang tidak sempurna itu pada akhirnya akan lenyap. Mengapa? Jawabannya adalah hukum alam! Dalam hukum alam diatur yang lebih kuat akan bertahan menggantikan yang lebih lemah. Ya, walaupun peranan dan fungsi nubuatan, bahasa roh dan pengetahuan begitu powerful dan menakjubkan, ternyata masih lebih lemah dari.....KASIH! Mengejutkan ya? Sangat!

1 Korintus 1:27: Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.
Kasih merupakan suatu yang bodoh bagi dunia. Contohnya banyak dalam Alkitab. Saya akan menyebutkan satu contoh saja. Matius 5:44: Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Terlihat jelas hal tersebut merupakan hal yang sangat bodoh. Bagaimana tidak? Orang melakukan hal yang jahat pada kita, tentu saja nature kita seharusnya adalah membalas. Ya, bagi dunia, kalau orang menyakiti Anda, balas lebih lagi: dua kali lipat, tiga kali lipat, atau bahkan lebih. Biar dia kapok, biar jera, biar dia tahu rasanya! Begitu kan? Tapi ternyata hukum kasih berbicara lain sekali dengan hukum dunia.

Kasih terlihat lemah. Ya, membalas dendam kesannya lebih kuat bukan? Membalas dendam kelihatannya berbobot dan berpengaruh bukan? Kesempatan unjuk gigi dan strategi untuk menjatuhkan lawan. Itu hanya gambaran sekilas, hanya suatu tinjauan yang dangkal. Ibaratnya orang melihat sebuah danau lalu mencoba menerka kedalamannya hanya melihat riak di permukaan. Ya, itu hanya gambaran sepintas. Padahal Anda tahu, untuk bisa mempraktekkan kasih secara total itu sungguh berat sekali. Ya, kasih begitu kuat.

3. Hal yang paling penting dan utama pada umumnya merupakan hal yang paling banyak disebutkan bukan? Saat jatuh cinta atau patah hati, biasanya akan cenderung bercerita tentang orang tersebut, ya tentang KASIH!

Saya akan sebutkan bukti yang lain. Dari hasil pencarian, saya menemukan fakta yang menarik. Di sepanjang Alkitab dicatat sebagai berikut:
"Hikmat" dicatat 176 kali.
"Pengetahuan" dicatat 95 kali.
"Nubuat", "Nubuatan", "Bernubuat" masing-masing dicatat 22 kali, 1 kali,
dan 80 kali.
"Kasih" dicatat 457 kali.
Alkitab yang merupakan buku kumpulan surat cinta dari Tuhan kepada umat-Nya ternyata mencatat kata "kasih" jauh lebih banyak dari pada kata "hikmat", "pengetahuan", dan "nubuat, nubuat, bernubuat". Ini membuktikan kasih merupakan hal yang sangat luar biasa penting dan utama
bagi Allah.

Bahkan Allah sendiri menyatakan diri-Nya sendiri adalah KASIH.
1 Yohanes 4:8b: sebab Allah adalah kasih.

All About LoveYa, Ia adalah Allah yang Maha Besar, Maha Tinggi, Maha Kuasa ternyata memilih menjadi manusia karena cinta-Nya yang begitu besar. Allah yang merupakan pencipta seluruh alam ini beserta isinya, ternyata harus mengalami penolakan, difitnah, dibenci, dimusuhi, dikhianati oleh bahkan orang terdekat-Nya; juga tidak cukup dan tidak berhenti sampai di situ saja, ia juga harus mengalami sengsara dan wafat di kayu salib. Salib yang merupakan lambang kutuk menjadi lambang yang disandang-Nya. Padahal Ia adalah Allah yang Maha Suci. Ia rela menjadi kotor karena menanggung seluruh dosa manusia, dosa kita semua, dosa Anda dan saya. Itu semua karena dilandasi oleh KASIH!

Jadi, ingin menjadi yang paling utama? Jadilah orang yang memiliki KASIH!

Selamat Berjuang dan Tetap Semangat Sobat... GBU

Pencuri Impian^_^

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya.Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya “Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya”. “Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit”, jawab sang pakar.

Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar. Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia berjanji tidak pernah akan lagi menari.

Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan. Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab.

Si ibu bertanya “, Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun ?”. ” Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-2 berhenti dari dunia tari”, jawab sang pakar. Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. “Ini tidak adil”, seru si ibu muda. “Sikap anda telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko !”.

Si pakar menjawab lagi dengan tenang “Tidak ?. Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. ANDA TIDAK HARUS MINUM ANGGUR SATU BAREL UNTUK MEMBUKTIKAN ANGGUR ITU ENAK. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa ANDA MESTINYA FOKUS PADA IMPIAN ANDA, BUKAN PADA UCAPAN ATAU TINDAKAN SAYA. Lalu pujian ? Kamu mengharapkan pujian ? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. PUJIAN ITU SEPERTI PEDANG BERMATA DUA. ADA KALANYA MEMOTIVASIMU, BISA PULA MELEMAHKANMU. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar PUJIAN YANG DIBERIKAN PADA SAAT SESEORANG SEDANG BERTUMBUH, HANYA AKAN MEMBUAT DIRINYA PUAS DAN PERTUMBUHANNYA BERHENTI. SAYA JUSTRU LEBIH SUKA MENGACUHKANMU, AGAR HAL ITU BISA MELECUTMU BERTUMBUH LEBIH CEPAT LAGI. Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. TIDAK PANTAS ANDA MEMINTA PUJIAN DARI ORANG LAIN”.

Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia. MUNGKIN ANDA SAKIT HATI PADA WAKTU ITU, TAPI SAKIT HATI ANDA AKAN CEPAT HILANG BEGITU ANDA BERLATIH KEMBALI. TAPI SAKIT HATI KARENA PENYESALAN ANDA HARI INI TIDAK AKAN PERNAH BISA HILANG SELAMA-LAMANYA …”.